Langsung ke konten utama

Featured post

Sekoteng Pak Woh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan

Sekoteng PakWoh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan - Yang ada dipikiran kita kalo menyebut kata 'Sekoteng' pasti minuman atau wedang khas Jawa yang terbuat dari air jahe dan dihidangkan hangat-hangat atau pas panas. Iya tidak? Ada campuran yang disandingkan di dalamnya seperti kacang tanah, pacar cina, roti tawar semacam wedang ronde gitu-gitu lah, benar? Asyiknya dinikmati pas sore atau malam hari, waktu cuaca mulai menunjukkan dingin, dan dijual berkeliling. Penampakan sekoteng Pak Woh Di Pekalongan justru berbeda, sekoteng disajikan saat cuaca sudah mulai panas, pukul 09.00 naik lah dan isiannya bukan yang ada dalam bayangan saya atau anda hehehe ... Sekoteng khas Pekalongan, mempunyai isian yang berbeda, yakni perpaduan antara es sirup, roti tawar, regal atau roti marie dan miswa yang mirip mie biting itu, tapi erbuat dari tepung terigu. Awalnya dia tampak mengeras, lama kelamaan akan lembek (nyemek-nyemek) karena terkena es. Asal-Usul Sekot

Review Nonton Festival Durian Pekalongan 2024


Review Nonton Festival Durian Pekalongan 2024 - Festival Durian di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan dibanjiri oleh ribuan pengunjung, Minggu (14/1/2024).


festival durian pekalongan 2024
festival durian pekalongan 2024


 

Durian merupakan buah yang punya ciri khas kulit buahnya berlekuk-lekuk tajam, alias berduri. Buah durian juga dikenal dengan sebutan 'raja dari segala buah', tidak hanya soal rasa dan bau, terlebih dari harganya yang luar biasa.

 

Tidak disangka saya bisa menyaksikan langsung festival durian, festival yang sudah berlangsung tahunan di Kabupaten Pekalongan ini.

 

Awalnya ditawarin tetangga depan rumah, mau ikutan jalan-jalan naik odong-odong tidak ke Kajen. Terusan saya ingat kan ada festival durian Doro, ya? Tapi entah di Kajen ada atau tidak. Saya sangsi festivalnya di Kecamatan Doro atau di Alun-alun Kajen. Dan nggak sempat juga kepo ke media sosial, nyatanya setelah menyaksikan eh beneran ada. Durian gratis juga dibagikan sejumlah 2.000 buah. Sayangnya jumlah segitu, tidak cukup untuk dimakan oleh 20 ribu orang yang hadir hehehe ...

 

 

Review Menyaksikan Festival Durian Pekalongan 2024

 

 

Saya bersama keluarga dan ibu, ikut jalan-jalan ke Kajen bersama tetangga di Muncang. Ini juga kali pertama saya naik odong-odong, bareng keluarga kompak. Tidak ada satu jam perjalanan sudah sampai, ternyata tidak jauh juga. Seru! Apalagi beramai-ramai begini.

 

Sesampainya di Alun-alun Kajen yang penuh sesak, bahkan odong-odong parkir jauh dari lokasi. Kami berjalan cukup jauh, jalan pun sempit untuk dilewati dua orang. Untuk masuk ke Alun-alun Kajennya, bahkan kami harus naik tangga. Tidak tinggi, tapi ya lumayan sih. Karena kami lewat belakang.


festival durian hari ini
festival durian hari ini


 

Pengunjung di sana sudah ramai dan sesak, tetapi kebanyakan pengunjung berada di depan dan memenuhi depan stand. Ada yang berteduh, ada yang sedang menikmati durian, pun ada yang sedang tawar menawar. Sisanya, menantikan kapan kirab durian datang dan berebut untuk mendapatkan durian gratis.

 

Karena penasaran saya dan suami juga ingin ikutan 'rayahan durian' (berebut durian). Ibu menjaga Gendis, di belakang dan berteduh di salah satu stand minuman. Di luar ekspektasi saya, ketika saya bergerak maju ke depan.

 

Gunungan durian di pagari besi, ada dua gunungan, di bagian depan panggung dan di bagian tenda tengah. Kami menunggu cukup lama untuk dapat menyaksikan kirab gunungan durian, namun bupati hadir terlebih dahulu untuk mencicipi durian tersebut karena dilombakan. Beruntunglah yang ada di depan, kecipratan incip bareng bupati Kabupaten Kajen. Sementara jarak saya jauh pol, boro-boro ke depan, bergerak ke kanan atau ke kiri saja susah sekali.

 

Karena cuaca mulai panas, dan waktu terus berjalan kirab durian mulai tiba satu persatu dan performance yang awalnya di rencakan tidak jadi, karena minim waktu dan pengunjung membludak. Saya hanya sempat menyaksikan beberapa kirab durian, karena untuk mendekat tidak bisa. Pun kirab belum selesai sudah dirayah oleh pengunjung yang datang.

 

Jujur ricuh, kacau, tapi ya itu serunya di situ. Bupati Kabupaten Pekalongan juga memaklumi hal tersebut. Banyak yang pingsan, dan kehilangan uang maupun ponsel. Namun yang cidera sudah dikonfirmasi bahwa tidak ada luka yang berat. Syukurlah!

 

Lha gimana, yang naik ke atas gunungan durian, melempar-lempar durian lho ya. Saya juga ikutan menjauh dan allhamdulillah ya tidak kenapa-kenapa. Saya melihat ada yang jidatnya terluka, tangannya juga, ada yang sampai gemetar, dan yang berada di atas enggan turun saking banyaknya lautan manusia.

 

Kalau ditanya kapok nggak? Saya menjawab tidak. Tapi saya juga pengen dong ya, rasan dapet durian gratis hahaha ... bisa jadi harus datang pagi dan berada di dekat panggung utama. Biar pas bupati incip-incip saya kebagian. Ah ... hanya rencana. Saya nyerah kalau harus berada di tengah dorongan manusia yang berjubel. Engap, panas, dan nggak bisa napas dengan bebas.

 

 
Akhirnya Beli Durian di Festival Durian Pekalongan 2024


wisata durian pekalongan
wisata durian pekalongan


 

Karena nggak dapat durian gratis, akhirnya saya dan suami membeli durian sendiri hahaha ... tapi emang sudah rencana membeli sih dari rumah. Tapi kami nggak pintar buat memilih, pas tahun baru kami sempat membeli durian dan keblondrok (kapusan). Tidak manis, alias anyep. Waktu itu beli di Batang.

 

Kali ini kami belanja durian mampir ke stand durian Talun. Tidak diincip dapat harga Rp60 ribu dari tawaran 70 ribu. Pas dibawa pulang, ya rasanya tidak mengecewakan, hanya saja agak sedikit belum matang dan harus disimpan. Tapi karena granggam pengen cepetan makan, ya dimakan separuh sisanya disimpan biar matang.

 

Kami memang nggak beli banyak, beli 1 buah saja. Takutnya kecewa nggak manis, dan yang antri banyak. Saling tawar-menawar itu yang bikin lama, dan saya menggendong Gendis. Kasihan Gendis saya ajak panas-panasan, dan umpel-umpelan. Tapi saya bahagia juga bisa membawa Gendis mengenalkan dunia luar, agar dia juga bisa mudah bersosialisasi nantinya kalau besar.

 

Lantas apa 3 Alasan Mengapa Harus Nonton Festival Durian Pekalongan 2024?


 


 

1. Turut meramaikan pariwisata lokal di daerah.

 

Yes! Dengan datang ke festival durian, kita turut serta berkontribusi kepada pariwisata lokal. Nggak melulu harus ke luar kota ya kan? Kalau di kota tetangga ada festival.

 

Eh, tapi yang berada di luar kota terus datang menyaksikan festival durian juga tidak masalah. Kalian tetap menjadi kontributor kemeriahan acara. Apalagi dengan mengunggah ke media sosial, secara tidak langsung kalian menjadi agen pembawa perubahan. Bahwa festival di Indonesia ini juga tidak kalah serunya.

 

2. Bisa mendapatkan harga durian yang murah dan manis dari petani durian

 

Kabupaten Pekalongan, terkenal sebagai penghasil durian enak dan manis. Maka saat kita mengikuti acara ini, kita juga bisa membeli secara langsung dari petani durian. Harganya juga terbilang murah, daripada harga di luaran. Namun, tergantung besar dan kecilnya durian juga sih. Yang jelas yang saya beli kemarin, dari petani durian Talun, rasanya manis.

 

3. Bisa menyaksikan kirab durian yang beraneka bentuk

 

Karena letaknya jauh, saya tidak sempat memotret tapi allhamdulillahs sempat mengabadikan dengan video. Ada yang berbentuk naga juga lho, unik banget itu kalau nggak salahd ari kecamatan Kesesi. Karena ada 19 kecamatan yang turut meramaikan kirab durian tersebut.

 

Nah kalau tahun depan ada lagi, yuk nonton Festival Durian Kabupaten Pekalongan ya! Siapa tahu bisa jumpa juga. Salam.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekoteng Pak Woh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan

Sekoteng PakWoh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan - Yang ada dipikiran kita kalo menyebut kata 'Sekoteng' pasti minuman atau wedang khas Jawa yang terbuat dari air jahe dan dihidangkan hangat-hangat atau pas panas. Iya tidak? Ada campuran yang disandingkan di dalamnya seperti kacang tanah, pacar cina, roti tawar semacam wedang ronde gitu-gitu lah, benar? Asyiknya dinikmati pas sore atau malam hari, waktu cuaca mulai menunjukkan dingin, dan dijual berkeliling. Penampakan sekoteng Pak Woh Di Pekalongan justru berbeda, sekoteng disajikan saat cuaca sudah mulai panas, pukul 09.00 naik lah dan isiannya bukan yang ada dalam bayangan saya atau anda hehehe ... Sekoteng khas Pekalongan, mempunyai isian yang berbeda, yakni perpaduan antara es sirup, roti tawar, regal atau roti marie dan miswa yang mirip mie biting itu, tapi erbuat dari tepung terigu. Awalnya dia tampak mengeras, lama kelamaan akan lembek (nyemek-nyemek) karena terkena es. Asal-Usul Sekot

cara menghitung diskon 20 persen di kalkulator

50 Ribu Diskon 20 Persen jadi Berapa - Jadi postingan ini saya buat sengaja, biar jadi bahan ingatan buat saya yang lemah dalam berhitung, hehehe ... Jujur cara menghitung diskon 20 persen di kalkulator, saya sempat browsing bagaimana yang tepat. Dan ... biar ilmu tersebut nggak menguap, akhirnya sengaja saya tuliskan ke blog. 50 Ribu Diskon 20 Persen jadi Berapa?   Hal apa sih yang membutuhkan potongan diskon sekian persen? Apalagi kalau bukan berbelanja hehehe ... penawaran menarik adalah saat kita melihat angka yang dibandrol sebuah produk terus ada embel-embel diskon. #Ea ... iya apa iya?   Cara menghitung diskon 20 persen, ternyata begitu mudah dan ini bisa diterpkan pokoknya yang diskon 20 persen deh. Misalnya nih 120 ribu diskon 20 persen jadi berapa, 20 ribu diskon 20 persen jadi berapa, 250 ribu diskon 20 persen jadi berapa, dan lain sebagainya. Pada intinya dalam menghitung sama alurnya.

Pengalaman Naik Transjakarta Pertama Kali

Pengalaman Naik Transjakarta Pertama Kali - Beberapa kali pergi ke Jakarta, tapi sekalipun belum pernah naik Transjakarta dan baru kali ini kesan pertama saya rasakan. Akhirnya memutuskan untuk menuliskannya, sayang di sia-siakan momen kehidupan yang pernah dirasakan, iya nggak? Karena om Pram bilang, setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan. Doel sahabat ngeblog saya, adalah orang yang kali pertama ngajakin naik Transjakarta. Perjalanan pertama kami mulai dari halte Senen, yang berakhir di Pulo Gadung. Rumah Doel lumayan deket dari terminal Pulo Gadung, karena kebetulan sebelum ke Bogor esok hari saya nebeng nginep di rumhanya. Thanks ya Doel, hemat duit deh hahaha ... nggak perlu nginep di hotel ya kan? Cara Naik Transjakarta untuk Pemula