MENU

Rabu, 15 Januari 2020

Menyaksikan Pembuatan Garam Rebus di Desa Kaliwlingi Brebes



Menyaksikan Pembuatan Garam Rebus di Desa Kaliwlingi Brebes - Apa yang ada dalam pikiranmu kalau mendengar seseorang, mengucapkan kata garam? Pasti langsung dijawab dengan, "Asin", betul? Hehehe ... Tidak hanya asin, tapi garam juga sering digunakan menjadi peribahasa. Seperti : Banyak makan (asam) garam, banyak menelan garam hidup, kenyang banyak makan garam dan lain sebagainya yang intinya sudah berpengalaman dalam kehidupan.


garam rebus garam rebus brebes garam rebusan manfaat garam rebus pembuatan garam rebus membuat garam rebus garam direbus cara membuat garam rebus ayam rebus garam manfaat rebusan garam proses pembuatan garam rebus



Garam sendiri merupakan bumbu dapur yang wajib ada, kalau tidak masakan yang kita masak tidak akan ada rasanya alias hambar. Nah, kesempatan yang istimewa buat saya bisa berkunjung ke Brebes bareng peserta Famtrip Blogger Jawa Tengah yang diinisiasi oleh Disporapar Jateng. Kami melihat secara langsung pengolahan garam rebus satu-satunya di Pulau Jawa ini. Yang ada dalam benak saya, adalah 'kok bisa' direbus menghasilkan garam. Sungguh takjub rasanya.

Cara Membuat Garam Rebus di Brebes


Biasanya petani penghasil garam banyak terdapat di daerah sekitaran pantai, begitu juga dengan petani garam di daerah Brebes ini berpusat di desa Kaliwlingi. Kecamtan Brebes. Kerennya lagi, ternyata garam rebus ini sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang. yang terus dilestarikan. Ibarat resep warisan ya, agar penduduk sini bisa terus membuat garam dan mendapatkan penghasilan dari usaha garam rebus tersebut.



garam rebus garam rebus brebes garam rebusan manfaat garam rebus pembuatan garam rebus membuat garam rebus garam direbus cara membuat garam rebus ayam rebus garam manfaat rebusan garam proses pembuatan garam rebus


Ketika saya menyambangi tempat pembuatan garam rebus brebes ini, ada 6 tungku yang digunakan dalam memasak garam rebus. Sebelum saya merasakan langsung bagaimana cara mengaduk, pertama yang saya lakukan adalah melihat proses sebelum garam direbus.

Bapak yang jaga dalam pengolahan garam rebus ini menjelaskan kepada kami, bahwa pertama kali yang dilakukan sebelum garam direbus memersiapkan bahan baku pengolahannya. Ada pasir laut yang bersih, karena sudah dicuci dahulu lantas disiram dengan air laut dan dikeringkan di bawah terik matahari. Mengapa? Agar air lautnya menggumpal di pasir.

Setelah semuanya kering, dimasukkan ke dalam wadah yang dinamakan dengan 'tompo'. Tahap selanjutnya, bahan baku yang sudah masuk ke dalam tompo disiram kembali menggunakan air laut, untuk mengambil hasil air dari salinitas tersebut. Saya melihat dengan mata sendiri, sama sekali tidak butek lho gaes tapi bening banget airnya.

Air bening dari hasil penyaringan inilah yang direbus, dan menjadi garam rebus. Saya juga mencoba mengaduk garam rebus, yang ada di atas tungku. "Berat, euy!" Perebusannya sendiri kurang lebih memakan waktu 6 jam, lho teman.

garam rebus garam rebus brebes garam rebusan manfaat garam rebus pembuatan garam rebus membuat garam rebus garam direbus cara membuat garam rebus ayam rebus garam manfaat rebusan garam proses pembuatan garam rebus


Kalau sudah jadi garam, nanti ditiriskan dengan adanya media abu di bawah pengeringan tersebut. Mengapa? Agar garamnya benar-benar menjadi kering, tidak basah. Waktu yang dibutuhkan ketika pengeringan, adalah seminggu dan garam ini aman sudah beryodium. Penasaran dong dengan hasil rasanya? Saya mencicipinya dan rasanya ... 'Asin', yaiyalah wong garam hehehe ... dan masing anget banget garam yang saya pegang di wadah kandi tersebut.


garam rebus garam rebus brebes garam rebusan manfaat garam rebus pembuatan garam rebus membuat garam rebus garam direbus cara membuat garam rebus ayam rebus garam manfaat rebusan garam proses pembuatan garam rebus


Rasanya senang sekali saya bisa melihat pembuatan garam rebus, di dusun Pandansari, desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes ini. Menambah pengalaman baru, soal petani garam dan cara membuat garam rebus. Ternyata prosesnya panjang dan tidak mudah, membutuhkan ketekunan yang besar. Terima kasih para petani garam dimanapun berada, tanpa adanya garam sayur yang saya masak pasti tidak ada rasanya.

Penasaran juga proses pembuatan garam rebus di desa Kaliwlingi ini? Kalian bisa datang untuk berkunjung langsung juga lho, Gaes dan jangan lupa mencicipi makanan khas Brebes sate Blengkong. Semoga postingan ini dapat memberikan sedikit gambaran, ya? Supaya kita lebih menghargai garam #Eh ... terima kasih, salam!


8 komentar :

  1. Ya Allah prosesnya lama, panas, berat tapi harganya murah..suka sedih kalau liat fenomena seperti ini..tpi acara jalan-jalannya menarik juga bisa liat langsung proses pembuatan garam rebus mantap!!

    BalasHapus
  2. Untuk menjadi garam ternyata membutuhkan proses yang panjang ya, saya jadi tau Tahapan ya. Semoga para petani garam menjadi kaya, karena garamnya turut membantu dalam memberi rasa pada setiap masakan dan makanan. Makasih tulisannya, Mbak :)

    BalasHapus
  3. Wow ternyata untuk menjadi garam ini prosesnya seperti ini ya.. Selama ini kita hanya tau di dapur dan memakainya aja kalau aku..

    BalasHapus
  4. Penasaran nih, apakah proses memperoleh garam memang semuanya seperti ini? Aku jadi ingat soal kehadiran garam impor jadinya. Laut kita ini kan kaya sekali, ya. Kalau produksi garam diberdayakan tentunya akan membuka lapangan kerja bagi banyak orang dan meningkatkan kesejahteraan hidup petani garam.

    BalasHapus
  5. jadi mo ikutan kesana mba, selama ini saya hanya tau cara membuat garam ya mnengunakan panas matahari ternyata ada metode lainnya

    BalasHapus
  6. Wah menariknya, Mbak bisa menyaksikan pembuatan garam rebus dari dekat. Kita-kita yang tak pernah melihat pun jadi tahu prosesnya :)

    BalasHapus
  7. wah, senanngya bisa melihat proses pembuatan garam. Jadi tahu gimana asal garam yang dipake sehari2

    BalasHapus