Langsung ke konten utama

Featured post

Sekoteng Pak Woh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan

Sekoteng PakWoh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan - Yang ada dipikiran kita kalo menyebut kata 'Sekoteng' pasti minuman atau wedang khas Jawa yang terbuat dari air jahe dan dihidangkan hangat-hangat atau pas panas. Iya tidak? Ada campuran yang disandingkan di dalamnya seperti kacang tanah, pacar cina, roti tawar semacam wedang ronde gitu-gitu lah, benar? Asyiknya dinikmati pas sore atau malam hari, waktu cuaca mulai menunjukkan dingin, dan dijual berkeliling. Penampakan sekoteng Pak Woh Di Pekalongan justru berbeda, sekoteng disajikan saat cuaca sudah mulai panas, pukul 09.00 naik lah dan isiannya bukan yang ada dalam bayangan saya atau anda hehehe ... Sekoteng khas Pekalongan, mempunyai isian yang berbeda, yakni perpaduan antara es sirup, roti tawar, regal atau roti marie dan miswa yang mirip mie biting itu, tapi erbuat dari tepung terigu. Awalnya dia tampak mengeras, lama kelamaan akan lembek (nyemek-nyemek) karena terkena es. Asal-Usul Sekot

Ponggol Purba Sambal Sege Makahan Khas Desa Semedo



Ponggol Purba Sambal Sege Makahan Khas Desa Semedo - Hal yang paling saya nantikan akhirya tiba juga di Festival Tanah Tua Semedo, adalah menikmati sarapan Ponggol Purba Sambal Sege Makahan Khas Desa Semedo. Penasaran dari bentuknya seperti apa, isiannya apa saja lauknya semuanya tumpah ruah di kepala. Dari Bukit Pelangi selepas hunting foto, saya turun menuju dekat panggung. Karena perut sudah mulai bergejolak, menahan lapar hahaha ... Sengaja memang, nahan biar lapar dulu. Biar nanti makanannya habis. Soalnya saya sering bermasalah dalam menghabiskan makanan, kalau menunya nggak sesuai dengan lidah biasanya bakalan nggak habis hehehe ... emang nih kebiasan buruk belum ilang-ilang.


gunung semedo tegal kabar terbaru situs semedo asal usul desa semedo dalam bahasa jawa makalah tentang situs semedo jenis benda purbakala yang ditemukan di semedo latar belakang situs purbakala semedo


Jadi apa yang menarik dari Ponggol Purba Sambal Sege Makahan Khas Desa Semedo? Ini dia faktanya!

1. Ponggol Purba Sambal Sege dibungkus daun pisang

Makanan khas dari desa memang kebanyakan kalau nggak dibungkus dengan daun pisang, biasanya dibungkus dengan daun jati iya nggak? Meski di tengah hutan jati, Ponggol Purba Sambal Sege dibungkus menggunakan daun pisang.


gunung semedo tegal kabar terbaru situs semedo asal usul desa semedo dalam bahasa jawa makalah tentang situs semedo jenis benda purbakala yang ditemukan di semedo latar belakang situs purbakala semedo


2. Ponggol Purba Sambal Sege dibungkus dengan bentuk tumpeng

Sudah kebayangkan bentuk ujung tumpeng bagaimana? Nah Ponggol Purba Sambal Sege ini dibungkusnya model begitu. Seperti Dumbegnya khas Rembang, model lancip gitu. Daripada penasaran mending, liat fotonya langsung ya.

gunung semedo tegal kabar terbaru situs semedo asal usul desa semedo dalam bahasa jawa makalah tentang situs semedo jenis benda purbakala yang ditemukan di semedo latar belakang situs purbakala semedo


3. Ada 4 Jenis Lauk Pauk

Dari namanya saja unik, pastinya kita dibuat penasaran isi dalemannya apa sih? Ternyata lauk yang ditawarkan dari Ponggol Purba Sambal Sege, bagian bawahnya ada sayur singkong muda dan sayur pepaya muda. Kemudian tengahnya nasi dan ujungnya ada tempe yang dibumbu semacam bacem, ikan asin yang digoreng dengan tepung ditutup dengan sambel segenya. Haduh ... baunya menguarkan aroma pedas. Nggak sabar deh menikmatinya.

gunung semedo tegal kabar terbaru situs semedo asal usul desa semedo dalam bahasa jawa makalah tentang situs semedo jenis benda purbakala yang ditemukan di semedo latar belakang situs purbakala semedo


Saya sudah sempat mengabadikannya dalam video, kalau sudah saya edit bakalan saya upload ke chanel youtube saya hehehe ... biar kalian juga bisa lihat langsung ya gengs! Apakah saya berhasil menghabiskan Ponggol Purba Sambal Sege atau tidak. Dan buat kalian yang masih penasaran, sempatkan waktu untuk bertandang ke sini ya. Siapa tau kalian mendapatkan inspirasi dan konten tentunya ya kan? Menikmati nasi Ponggol Purba Sambal Sege, di bukit Pelangi aduhai syahdunya apalagi bersama orang kesayangan jadi makin sempurna nih acara weekendnya.

Baca juga :  


SUNRISE DI BUKIT PELANGI DESA SEMEDO




Komentar

  1. Kayaknya sedap betul ini kalau sudah dibungkus daun pisang. Porsinya banyak ya?

    BalasHapus
  2. Belum apa apa sudah ngiler aja nih baca tulisan ini. Yang paling dicari disetiap daerah selain wisatanya pasti Kuliner nya juga

    BalasHapus
  3. Wuihh, aku sukaaa makanan tradisional kayak gini Mba
    Moga2 next year bisa ke siniii
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  4. Bentuknya lucu..unik..mirip tumpeng ukuran kecil yg dibungkus daun pisang hehe..btw desa Semedo itu di daerah mana ya?

    BalasHapus
  5. Kelihatan enak ya kalo nasi dan lauk dibungkus daun pisang atau jati. Aku udah penasaran lihat di feed Ig Nyi kemarin-kemarin tuh, kayak apa isinya

    BalasHapus
  6. Bentuknya lucu yah sis, rasanya pun kelihatan enak nih. Aku belum pernah nih nyobainn makanan khas ini. Daun pisang nya menunjang masakan makin wangi juga yah ,hehee

    BalasHapus
  7. Waaahhh, saya kalau balik ke Tegal pasti cari ponggol dan tiap pagi pasti makan ponggol. Selain murah, sepincuk juga udah bikin kenyang. Eit, itu ponggolnya menarik hatikuh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekoteng Pak Woh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan

Sekoteng PakWoh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan - Yang ada dipikiran kita kalo menyebut kata 'Sekoteng' pasti minuman atau wedang khas Jawa yang terbuat dari air jahe dan dihidangkan hangat-hangat atau pas panas. Iya tidak? Ada campuran yang disandingkan di dalamnya seperti kacang tanah, pacar cina, roti tawar semacam wedang ronde gitu-gitu lah, benar? Asyiknya dinikmati pas sore atau malam hari, waktu cuaca mulai menunjukkan dingin, dan dijual berkeliling. Penampakan sekoteng Pak Woh Di Pekalongan justru berbeda, sekoteng disajikan saat cuaca sudah mulai panas, pukul 09.00 naik lah dan isiannya bukan yang ada dalam bayangan saya atau anda hehehe ... Sekoteng khas Pekalongan, mempunyai isian yang berbeda, yakni perpaduan antara es sirup, roti tawar, regal atau roti marie dan miswa yang mirip mie biting itu, tapi erbuat dari tepung terigu. Awalnya dia tampak mengeras, lama kelamaan akan lembek (nyemek-nyemek) karena terkena es. Asal-Usul Sekot

cara menghitung diskon 20 persen di kalkulator

50 Ribu Diskon 20 Persen jadi Berapa - Jadi postingan ini saya buat sengaja, biar jadi bahan ingatan buat saya yang lemah dalam berhitung, hehehe ... Jujur cara menghitung diskon 20 persen di kalkulator, saya sempat browsing bagaimana yang tepat. Dan ... biar ilmu tersebut nggak menguap, akhirnya sengaja saya tuliskan ke blog. 50 Ribu Diskon 20 Persen jadi Berapa?   Hal apa sih yang membutuhkan potongan diskon sekian persen? Apalagi kalau bukan berbelanja hehehe ... penawaran menarik adalah saat kita melihat angka yang dibandrol sebuah produk terus ada embel-embel diskon. #Ea ... iya apa iya?   Cara menghitung diskon 20 persen, ternyata begitu mudah dan ini bisa diterpkan pokoknya yang diskon 20 persen deh. Misalnya nih 120 ribu diskon 20 persen jadi berapa, 20 ribu diskon 20 persen jadi berapa, 250 ribu diskon 20 persen jadi berapa, dan lain sebagainya. Pada intinya dalam menghitung sama alurnya.

Pengalaman Naik Transjakarta Pertama Kali

Pengalaman Naik Transjakarta Pertama Kali - Beberapa kali pergi ke Jakarta, tapi sekalipun belum pernah naik Transjakarta dan baru kali ini kesan pertama saya rasakan. Akhirnya memutuskan untuk menuliskannya, sayang di sia-siakan momen kehidupan yang pernah dirasakan, iya nggak? Karena om Pram bilang, setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan. Doel sahabat ngeblog saya, adalah orang yang kali pertama ngajakin naik Transjakarta. Perjalanan pertama kami mulai dari halte Senen, yang berakhir di Pulo Gadung. Rumah Doel lumayan deket dari terminal Pulo Gadung, karena kebetulan sebelum ke Bogor esok hari saya nebeng nginep di rumhanya. Thanks ya Doel, hemat duit deh hahaha ... nggak perlu nginep di hotel ya kan? Cara Naik Transjakarta untuk Pemula