MENU

Rabu, 18 September 2019

Explore Museum Situs Semedo



Explore Museum Situs Semedo - Akhirnya serangkaian acara FestivalTanah Tua Semedo, selesai dilaksanakan dua hari. Saya menikmati perjalanan ini, apalagi ditemani dengan sahabat-sahabat sefrekuensi saya. Hunting foto, video dan mendapatkan pengalaman yang seru adalah hal yang paling ditunggu.


gunung semedo tegal kabar terbaru situs semedo asal usul desa semedo dalam bahasa jawa makalah tentang situs semedo jenis benda purbakala yang ditemukan di semedo latar belakang situs purbakala semedo


Selepas sarapan dengan Nasi Ponggol Purba Sambel Sege, kami melanjutkan acara untuk mengunjungi Museum Semedo sebagai destinasi terakhir yang kami explore di Semedo. Berjalan beriringan dengan peserta lain, dan penasaran apa yang akan terjadi di dalamnya. Sebelum masuk kami memanfaatkan, pepotoan di depan museum. Karena untuk masuk, ternyata peserta dibatasi sepuluh-sepuluh dahulu. Agar di dalam tidak penuh, dan mas Satpamnya mendampingi serta megarahkan. Saya mendapatkan kloter ke lima kalau nggak salah.

Setelah masuk saya menyaksikan langsung, fosil-fosil yang berhasil ditemukan oleh Mbah Dakri. Kalau ditanya fosil apa saja yang ada didalamnya adalah; gajah purba, kerbau,banteng, sapi, ada jenis rusa, badak, kuda nil, ikan hitu, penyu, buaya dan lain sebagainya. Didukung dengan etalase kaca, dan gambar-gambar di dinding yang luar biasa kerennya. Masyarakat Semedo saya yakin sangat bangga sekali, jika Semedo memiliki hasil kekayaan purbakala yang bisa membawa Semedo dikenal luas.

Ponggol Purba Sambal Sege Makahan Khas Desa Semedo



Ponggol Purba Sambal Sege Makahan Khas Desa Semedo - Hal yang paling saya nantikan akhirya tiba juga di Festival Tanah Tua Semedo, adalah menikmati sarapan Ponggol Purba Sambal Sege Makahan Khas Desa Semedo. Penasaran dari bentuknya seperti apa, isiannya apa saja lauknya semuanya tumpah ruah di kepala. Dari Bukit Pelangi selepas hunting foto, saya turun menuju dekat panggung. Karena perut sudah mulai bergejolak, menahan lapar hahaha ... Sengaja memang, nahan biar lapar dulu. Biar nanti makanannya habis. Soalnya saya sering bermasalah dalam menghabiskan makanan, kalau menunya nggak sesuai dengan lidah biasanya bakalan nggak habis hehehe ... emang nih kebiasan buruk belum ilang-ilang.


gunung semedo tegal kabar terbaru situs semedo asal usul desa semedo dalam bahasa jawa makalah tentang situs semedo jenis benda purbakala yang ditemukan di semedo latar belakang situs purbakala semedo


Jadi apa yang menarik dari Ponggol Purba Sambal Sege Makahan Khas Desa Semedo? Ini dia faktanya!

1. Ponggol Purba Sambal Sege dibungkus daun pisang

Makanan khas dari desa memang kebanyakan kalau nggak dibungkus dengan daun pisang, biasanya dibungkus dengan daun jati iya nggak? Meski di tengah hutan jati, Ponggol Purba Sambal Sege dibungkus menggunakan daun pisang.

Selasa, 17 September 2019

Sunrise di Bukit Pelangi Desa Semedo



Sunrise di Bukit Pelangi Desa Semedo - Festival Tanah TuaSemedo, memberikan banyak destinasi yang belum pernah saya jamah sebelumnya. Salah satunya adalah Bukit Pelangi. Untuk menuju ke sana saya butuh waktu lima menitan, dari Homestay. Acara yang diselenggarakan dua hari itu, berpusat di Bukit Pelangi. Panggung utama juga didirikan di sana, namanya bukit untuk mencapainya juga butuh mendaki ke atas, yang lumayan menguras tenaga hahaha ... karena dalam sehari itu kami naik ke Bukit Pelangi ada 4x bolak-balik.


gunung semedo tegal kabar terbaru situs semedo asal usul desa semedo dalam bahasa jawa makalah tentang situs semedo jenis benda purbakala yang ditemukan di semedo latar belakang situs purbakala semedo



Peserta harus sudah berkumpul di Bukit Pelangi pada pukul 05.00 WIB,  untuk mendapatkan sunrise yang cantik. Karena saya mendapat giliran terakhir mandi, akhirnya nggak dapet sunrise deh hehehe ... tapi teman lainnya juga kehilangan momen tersebut karena cuaca agak mendung. Matahari ternyata malu-malu menampakkan dirinya. Selain Bukit Pelangi, Bukit Sripit juga menjadi destinasi yang dikunjungi oleh para peserta. Saya cuman sampai bawahnya, nggak mendaki sampai atas, karena sibuk berpose di atas dedaunan jati yang sayang banget untuk dilewatkan jika tidak dijepret.